IABI Consultant
IABI Consultant :
Rekan Anda dalam Memberikan Solusi Bidang Akuntansi , Keuangan dan Perpajakan

Sekretariat :
Amarta 1 DB 3 Jakarta

Ph : 021 – 97788009 / 0857 1400 54 99

Fax : 021-7400385
Pencarian
 
 

Display results as :
 


Rechercher Advanced Search

Navigation
 Portal
 Indeks
 Anggota
 Profil
 FAQ
 Pencarian
Affiliates
free forum


Belajar Kewirausahaan 3

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

Belajar Kewirausahaan 3

Post  ririn on Fri Feb 13, 2009 12:00 am

PRINSIP KEWIRAUSAHAAN 3

SLIDE 11
Risiko Entrepreneur
Setiap manusia akan menghadapi risiko dalam hidupnya. Begitupun dengan entrepreneur. Berikut adalah beberapa risiko yang umumnya dihadapi entrepreneur
1. Risiko Finansial
Pada perusahaan yang baru berdiri, entrepreneur memberikan sebagian simpanannya untuk modal. Uang ataupun aset lain yang disimpan ini akan hilang jika perusahaan ternyata gagal. Entrepreneur akan bertanggung jawab menanggung kewajiban perusahaan yang nilainya mungkin jauh melebihi jumlah simpanan. Oleh karena itu, entrepreneur berisiko mengalami kebangkrutan.
2. Risiko Karir
Pertanyaan yang sering ada di benak entrepreneur adalah apakah mereka akan menemukan pekerjaan atau kembali ke pekerjaannya yang dulu jika bisnisnya gagal. Risiko ini merupakan pertimbangan utama bagi manajer yang bekerja di perusahaan besar dengan gaji yang menarik.
3. Risiko Keluarga dan sosial
Memulai usaha baru akan menyerap banyak energi dan waktu dari entrepreneur. Konsekuensinya adalah bidang kehidupan yang lain akan dikorbankan. Entrepreneur yang sudah menikah, terutama yang memiliki anak, akan berisiko tidak bisa hadir sepenuhnya untuk keluarganya. Kehidupan sosialnya mungkin akan terganggu juga.
4. Risiko kesehatan
Jam kerja yang panjang menyebabkan terancamnya kesehatan entrepreneur. Uang dapat digantikan, keluarga dapat beradaptasi, namun kesehatan yang terganggu lebih sulit untuk diperbaiki.

Kita tidak usah takut akan risiko karena manusia tidak bisa menghindar dari risiko. Yang penting adalah kita tahu risiko apa saja yang akan dihadapi dan kita mempersiapkan rencana antisipasinya.

SLIDE 12
Stres Pada Entrepreneur
Tujuan entrepreneur adalah mendapatkan kemandirian, kesejahteraan, dan kepuasan kerja. Hasil penelitian di Amerika Serikat menunjukkan bahwa entrepreneur yang dapat mencapai target tersebut seringkali harus membayar harga yang setimpal, di antaranya adalah mengalami stres. Beberapa contoh stres adalah :
- Kesepian
Meskipun para entrepreneur biasanya dikelilingi banyak orang, yaitu pekerja, konsumen, akuntan, dan pengacara, namun panjangnya jam kerja membuat mereka terisolasi dari kenyamanan bergaul bersama teman atau keluarga. Apalagi mereka juga cenderung tidak menghadiri acara sosial yang dianggap tidak memberikan keuntungan dari segi bisnis.
- Dunianya hanya untuk bisnis
Ironi yang biasa terjadi di dunia entrepreneurship adalah meskipun para pengusaha sukses menghasilkan banyak uang yang dapat dihabiskan untuk kebutuhan rekreasi, namun mereka tidak memiliki banyak waktu karena bisnisnya tidak mengizinkan mereka absen. Mereka seperti menikah dengan bisnisnya.
- Konflik interpersonal
Entrepreneur harus bergantung dan bekerja sama dengan partner, pekerja, konsumen, dan profesional lainnya. Banyak yang mengalami frustasi, kekecewaan, dan kemarahan ketika melakukan interaksi ini. Hal ini terutama terjadi pada entrepreneur yang perfeksionis dan mereka harus menghabiskan banyak waktu untuk melatih pekerja untuk bisa memenuhi standarnya. Jika entrepreneur tidak bisa mengelola konflik ini, maka biasanya hubungan bisnis akan bubar.
- Tidak pernah merasa cukup
Pencapaian target memberikan kepuasan batin. Namun seringkali entrepreneur berusaha mencapai terlalu banyak. Banyak entrepreneur yang merasa tidak pernah puas walaupun ia telah mencapai banyak hal. Mereka tahu bahwa kesehatan dapat terganggu jika bekerja terlalu banyak, namun mereka tidak mampu menahan hasrat untuk mencapai lebih banyak lagi. Mereka terlalu ketakutan jika mereka berhenti sebentar, kompetitor akan menyerang dan bisnis yang telah dibangun akan hancur.

SLIDE 13
Cara Atasi Stres
Hal yang penting diingat adalah tidak semua stress mempunyai efek negatif. Jika stress menjadi terlalu berlebihan, maka ia akan merusak kesehatan. Namun jika stress dapat dijaga pada batas tertentu, performansi dan efisiensi seseorang dapat meningkat. Entrepreneur dapat mencegah efek stress berlebihan dengan cara :
- Networking
Salah satu cara mengatasi rasa kesepian adalah berbagi pengalaman dengan entrepreneur lainnya. Objektivitas yang didapat dari saling mendengarkan pengalaman sukses dan gagal itu sendiri memiliki efek terapeutis.
- istirahat dari rutinitas sejenak
Antidot terbaik untuk mencegah entrepreneur sepenuhnya tertarik 100% ke bisnis adalah liburan. Jika waktu liburan dibatasi oleh akttivitas bisnis, selalu akan ada sedikit waktu yang tersisa. Gunakanlah waktu luang ini biarpun sedikit.
- Komunikasi dengan rekan sekerja
Entrepreneur memiliki hubungan yang dekat dengan pekerja dan seharusnya dapat mendeteksi kebutuhan staf. Sentuhan personal yang jarang terjadi di perusahaan-perusahaan besar, misalnya jam kerja fleksibel, pinjaman untuk staf sampai waktu gajian tiba, sebaiknya bisa diberikan oleh entrepreneur. Sentuhan personal ini mampu memotivasi staf untuk menjadi lebih produktif.
- Kepuasan lain di luar bisnis
Untuk menahan keinginan pencapaian yang berlebihan, entrepreneur perlu rehat sejenak dan mencari kepuasan lain di luar bisnis. Mereka perlu mendapatkan perspektif baru bahwa kehidupan haruslah seimbang antara bisnis dan kebutuhan sosial.
- Delegasi
Entrepreneur harus mampu menjalankan delegasi agar bisnisnya berjalan efektif dan efisien. Banyak yang merasa kesulitan untuk mendelegasikan pekerjaan karena mereka berpikir harus selalu ada di bisnis dan terlibat di setiap aspeknya. Kemampuan delegasi ini bisa dilatih dan akan dibahas pada modul yang selanjutnya.
- Olahraga secara rutin
Penelitian membuktikan bahwa olahraga rutin akan berkorelasi positif terhadap pencapaian target personal dan profesional. Penelitian yang dilakukan oleh Donald F. Kuratko menunjukkan bahwa olahraga –pada hal ini adalah lari dan angkat beban- berkorelasi positif dengan peningkatan volume penjualan, apresiasi eksternal dan internal.

SLIDE 14
Salah satu success story sepanjang sejarah entrepreneurship adalah pengalaman Ewing Marion Kauffman, salah satu tokoh entrepreneur yang legendaris, pendiri Marion Labs dan the Ewing Marion Kauffman Foundation. Marion Labs adalah salah satu perusahaan farmasi terbaik di dunia, dengan penjualan lebih dari 1 miliar US dolar. Perusahaan ini didirikan pada tahun 1050 dengan modal hanya 5000 dolar di garasi rumah.
Filosofi dan budaya perusahaan yang diterapkan di Marion Labs adalah :
• Perlakukan orang lain seperti kita ingin diperlakukan
• Berbagi keuntungan pada semua pihak yang ikut berkontribusi
• Berkontribusi untuk komunitas dan lingkungan


SLIDE 15
Terima kasih.
Semoga bisa bermanfaat bagi pembaca Smile

ririn

Jumlah posting : 7
Join date : 23.12.08
Lokasi : jakarta-bandung

Lihat profil user

Kembali Ke Atas Go down

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas


 
Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik